I Gede Mario Bhaskara Prabiwa Kusuma lahir di sebuah desa di Bali, Indonesia. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, ia tumbuh dalam suasana rumah yang penuh kasih dan kehangatan. Ayahnya, seorang pria Bali yang teguh dengan nilai-nilai tradisional, dan ibunya, yang berasal dari Singapura, membawa keberagaman dan kekayaan budaya ke dalam kehidupan Mario sejak kecil.

Sejak dini, Mario menunjukkan minatnya pada seni dan budaya Bali. Dia sering terlibat dalam upacara adat dan seni tari tradisional. Pada saat yang sama, kehidupan dua budaya dalam rumahnya memberinya pandangan yang beragam tentang dunia.

Ketika beranjak remaja, Mario semakin menemukan identitasnya sendiri. Ia mencoba menjembatani perbedaan antara tradisi Bali dan pengaruh budaya internasional yang ia temui melalui ibunya. Keinginannya untuk belajar bahasa Inggris dan Melayu lebih dalam adalah refleksi dari dorongan untuk memahami kedua sisi warisan keluarganya.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya di Bali, Mario merasa hasrat untuk menjelajahi lebih jauh dunia. Ia mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya di Singapura, mengikuti jejak ibunya. Di sana, ia mengalami tantangan baru dan memperluas wawasannya tentang dunia.

Ketika berusia 29 tahun, Mario telah menjadi perantau yang sukses, membawa kedua budaya dalam hatinya. Ia mengejar karier di bidang seni dan kebudayaan, menjadi perantara antara Bali dan Singapura. Meskipun telah menjelajahi dunia, cintanya pada akar-akar budayanya tidak pernah luntur. Mario Bhaskara Prabiwa Kusuma adalah bukti hidup bahwa keanekaragaman budaya adalah kekayaan yang dapat membentuk perjalanan hidup seseorang menjadi kisah yang unik dan inspiratif.